Bhinneka Ceria selalu membuka ruang bagi siapa saja yang memiliki niat baik.

Tanpa memandang suku, agama, ras, status, dan yang lainnya. Kami selalu terbuka bagi siapa saja.

ABOUT

ABOUT US

Era demokrasi di Indonesia sudah berjalan kurang lebih tujuh tahun. Euforia tentang demokrasi masih terus dan tetap terjadi hingga saat ini. Kebebasan berpendapat, demonstrasi, protes, aksi massa masih terus digaungkan dan menjadi jurus andalan beberapa kalangan yang merasa peduli. Tidak terkecuali bagi mahasiswa. Berjalan, meramaikan jalan, dengan membawa bendera dan menenteng pengeras suara adalah salah satu wujud kepedulian mahasiswa yang menuntut keadilan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Tidak ada yang salah memang dengan langkah seperti itu. Akan tetapi yang cenderung terjadi hari ini adalah demonstrasi seolah dijadikan langkah paling mujarab untuk melakukan perubahan. Tidak ada cara lain yang coba dirumuskan. Senyatanya, jika kita melihat kondisi masyarakat yang terus berubah. Kebutuhan dan urgensi demonstrasi hari ini tentu sangat berbeda dengan era Orde Baru dahulu kala. Demonstrasi yang selalu membawa dan mengatasnamakan kepentingan rakyat pun patut kita pertanyakan. Karena rakyat pun sudah tidak merasa terwakili oleh adanya demonstrasi dan justru tidak berempati lagi dengan demonstrasi. Jika tidak mau disebut cenderung antipati dan bahkan sinis. Mahasiswa akhirnya terbelenggu dan terasingkan oleh pikirannya sendiri, bahkan dari lingkungan sosialnya.
Kegagapan dan kegagalan gerakan mahasiswa hari ini sudah sangat terlihat jelas. Tidak pernah bisa untuk membangun partisipasi masyarakat untuk ikut serta andil dalam perjuangan. Padahal kekuatan utama perubahan adalah pada masyarakat itu sendiri. Bukan mahasiswa yang hari ini terlalu narsis menyebut dirinya agen perubahan.

***

Berangkat dari perenungan akan kondisi gerakan mahasiswa hari ini. Terbentuklah Komunitas Perpustakaan dan Sekolah Rakyat Bhinneka Ceria. Lahir di Purwokerto, Jawa Tengah pada 1 Mei 2010. Komunitas ini lahir atas ide sederhana beberapa mahasiswa FISIP Universitas Jenderal Soedirman, yang mencoba menyediakan ruang alternatif yang dapat menjadi titik temu antara mahasiswa dengan masyarakat untuk berdaya, berjuang dan belajar bersama.

Pola dan sistem yang digunakan oleh Bhinneka Ceria adalah pola komunitas. Dimana pola keanggotaan yang diterapkan adalah kesukarelawanan (Voluntary). Kami percaya, bahwa semua orang memiliki niat baik untuk berpartisipasi dan mengabdi di masyarakat. Akan tetapi terkadang ruang – ruang yang ada justru seolah memaksa, mengikat, dan kaku. Sehingga niat – niat baik tersebut terkadang justru menguap begitu saja.

Maka dari itu Bhinneka Ceria selalu membuka ruang bagi siapa saja yang memiliki niat baik tersebut, tanpa memandang suku, agama, ras, status, dan yang lainnya. Kami selalu terbuka bagi siapa saja.

Facebook

Twitter

Linked in

Instagram

TOP